Kepanduan Dunia pada 24 November menyambut Asosiasi Kepanduan Antigua dan Barbuda (ABSA) sebagai Organisasi Anggota ke-173 dari Organisasi Gerakan Kepanduan Dunia (WOSM). ABSA telah aktif sebagai cabang luar negeri dari Asosiasi Kepanduan di Inggris Raya sejak tahun-tahun awal Kepramukaan dan telah hadir di acara-acara besar nasional dan internasional, termasuk Jambore Kepanduan Dunia 2019 serta Cubboree. Didirikan pada tahun 1913, ABSA mendapat dukungan penuh pemerintah dengan Gubernur Jenderal negara kepulauan itu, Yang Mulia (H.E.) Sir Rodney Williams, yang juga menjabat sebagai Ketua Pramuka.
GUGUS DEPAN 01.123 01.124 MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 KEDIRI Jl. Stadion Canda Bhirawa 01 Pare
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
28 Nov 2022
26 Nov 2022
Antigua dan Barbuda Jadi Anggota Terbaru WOSM
Sekretaris Jenderal World Organization of the Scout Movement (WOSM) atau Gerakan Pendidikan Kepanduan Sedunia, Ahmad Alhendawi mengumumkan kehadiran National Scout Organization (NSO) atau organisasi nasional kepanduan terbaru anggota WOSM.
Sebelumnya tercatat ada 172 NSO anggota NSO. Sejak 24 November 2022 bertambah satu lagi NSO terbaru yaitu Antigua and Barbuda Scout Association (ABSA).
22 Nov 2022
Draw your Dream! Yuk Intip Lokasinya 25th Wolrd Scout Jamboree
Jambore Dunia ke-25 akan diselenggarakan pada Agustus 2023 di SaeManGeum, Korea. Kegiatan ini telah gencar disosialisasikan sejak satu tahun silam.
Saatnya Kaum Muda Berbicara
World Organization of the Scout Movement (WOSM) atau organisasi gerakan kepramukaan sedunia yang menaungi 172 organisasi nasional kepramukaan termasuk Gerakan Pramuka dari Indonesia, sedang menyelenggarakan survei. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan masukan dari para Pramuka di seluruh dunia tentang apakah yang mereka inginkan untuk dilakukan Gerakan Kepramukaan di masa depan.
21 Nov 2022
Riset Terbaru: Kepramukaan Meningkatkan Kebahagiaan, Memberi Dasar Kuat untuk Masa Depan Remaja
Universitas Tartu mengumumkan hasil penelitian yang mengukur bagaimana kegiatan Asosiasi Kepramukaan Estonia mempengaruhi perkembangan remaja dan pemuda. Rilis hasil riset dalam bahasa Inggris dilakukan pada November 2022.
Penelitian itu menemukan bahwa Pramuka dan orang tua mereka memuji Asosiasi Kepramukaan Estonia karena membantu mengasah kecakapan yang selaras dengan pendekatan saat ini. Yaitu keterampilan yang dibutuhkan remaja/pemuda untuk memasuki pasar kerja di masa depan.
Kecakapan itu adalah: kecerdasan sosial, kompetensi lintas budaya, kreativitas, kemampuan adaptif, cognitive load management, dan pola pikir desain (design mindset).
Riset menemukan bahwa kepramukaan memiliki pengaruh positif pada pengembangan diri, efikasi diri dan perolehan pengetahuan serta kecakapan yang dibutuhkan di kemudian hari.
"Dari penelitian ini menunjukkan bahwa Gerakan Kepanduan yang berusia lebih dari seabad tampaknya selaras dengan pandangan terbaru tentang prinsip-prinsip pembangunan pemuda," tulis tim peneliti Universitas Tartu dalam kesimpulan studinya.
Ketua tim peneliti, Kairi Kasearu, mengatakan bahwa penelitian terbaru tentang pemuda dan orang dewasa yang terlibat dalam Kepramukaan ini memberikan kontribusi yang berharga di lapangan.
Dia mencatat bahwa Kepramukaan yang didasarkan pada tradisi lama dan menyampaikan nilai-nilai dasar yang mendukung pengembangan dan pertumbuhan pemuda dalam masyarakat informasi dan lingkungan yang mengalami perubahan yang cepat.
"Berdasarkan pandangan dan persepsi subjek penelitian, Kepramukaan dianggap memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan kepribadian anak muda dan perolehan keterampilan sosial dan praktis," kata Kasearu, Associate Professor of General Sociology.
Menurut Reelika Ojakivi, kepala Departemen Urusan Pemuda di Kementerian Pendidikan dan Penelitian Estonia, organisasi pemuda memiliki peran penting dalam melibatkan kaum muda untuk pengambilan keputusan dan memberdayakan mereka sebagai warga negara yang aktif.
Ojakivi mengatakan bahwa apa yang sangat memuaskan dari temuan ini adalah bahwa persepsi pemuda tentang pengaruh menjadi Pramuka sejalan dengan orang tua mereka.
"Bahwa kepramukaan mengembangkan keterampilan yang bermanfaat di masa depan, dan membuat kaum muda lebih percaya diri dan lebih bahagia," kata Ojakivi. "Kemungkinan bahwa para pemuda ini akan membantu memajukan kehidupan yang lebih tinggi di tingkat lokal."
Langganan:
Postingan (Atom)




