Selasa, 26 April 2011

CLEAN UP THE WORLD

CLEAN UP THE WORLD
Clean Up the World Weekend on 17–19 September is fast approaching. It’s a weekend for celebrating your year-round achievements or organising your own local activity.
This year, in support of the United Nation’s 2010 International Year of Biodiversity, Clean Up the World encourages National Scout Organisations and Scout Groups to join the campaign to focus on protecting biodiversity in your community – that’s protecting the variety and wonder of your local nature.
Take environmental action. Join 35 million people in 120 countries this Clean Up the World Weekend (17 – 19 September 2010).
 

link to CUW page on scout.org


Pramuka Inggris Luncurkan Kampanye Tarik Minat Muslim
Pramuka online, London 13 Juli 2010

Scout Association (Perkumpulan Pramuka) meluncurkan kampanye bersama Mosaic, sebuah badan amal yang didirikan oleh Pangeran Wales, untuk mendorong lebih banyak anggota komunitas Muslim menjadi relawan Pramuka.

Kampanye itu bertujuan membuka lebih banyak peluang bagi para pemimpin muda komunitas untuk mengalami petualangan kepramukaan dan membantu mengatasi kebutuhan mendesak akan relawan dewasa untuk memenuhi daftar anggota kepramukaan sebanyak 33,500 orang. Lebih dari 200 anggota komunitas Muslim akan menghadiri acara peluncuran di London.

Mosaic meyakini bahwa cara terbaik untuk mempromosikan tingkat keterlibatan masyarakat yang lebih tinggi adalah dengan mendorong orang-orang menjadi relawan Pramuka. Seperti kepramukaan, Mosaic bertujuan memberikan kesempatan dan teladan yang positif bagi generasi muda.

Ini adalah pertama kalinya Scout Association bermitra dengan sebuah badan amal yang diperjuangkan oleh komunitas Muslim di wilayah London dalam cara yang sedemikian. Memiliki kemampuan untuk mengakses jejaring Mosaic yang mencakup London, Inggris Tenggara, Inggris Barat Laut, Yorkshire, dan Midlands terutama sangat menyenangkan. Gerakan itu menerima permintaan rutin dari kelompok-kelompok agama untuk Kelompok Pramuka baru – menyoroti diperlukannya pemimpin dan perbedaan yang dapat diciptakan oleh gerakan ini terhadap komunitas. Saat ini terdapat 29 Kelompok Pramuka di Inggris yang memiliki keanggotaan mayoritas Muslim. (Sumber berita: http://www.pramuka.or.id)

Minggu, 17 April 2011

Sejarah RA Kartini & SELAMAT HARI KARTINI 2011

Sewaktu RA Kartini dilahirkan, ayahnya masih brkedudukan sebagai wedono mayong, sedangkan ibunya adalah seorang wanita berasal dari desa Teuk Awur yaitu Mas Ajeng Ngasirah yang berstatus garwo Ampil. RMAA Sosroningrat dan urutan keempat dari ibi kandung Mas Ajeng Ngasirah, sedangkan eyang RA Kartini dari pihak ibunya adalah seorang Ulama Besar pada jaman itu bernama Kyai Haji Modirono dan Hajjah Siti Aminah.
Istri kedua ayahnya yang berstatus garwo padmi adalah putrid bangsawan yang dikawini pada tahun 1875 keturunan langsung bangsawan tinggi madura yaitu raden ajeng Woeryan anak dari RAA Tjitrowikromo yang memegang jabatan Bupati Jepara sebelum RMAA Sosroningrat. Perkawinan dari kedua istrinya itu telah membuahkan putera sebanyak 11 (sebelas) orang.
Mula pertama udara segar yang dihirup RA KArtini adalah udara desa yaitu sebuah desa di Mayong yang terletak 22 km sebelum masuk jantung kota Jepara. Disinilah nia dilahirkan oleh seorang ibu dari kalangan rakyat biasa yang dijadikan garwo ampil oleh wedono Mayong RMAA Sosroningrat. Anak yang lahir itu adalah seorang bocah kecil dengan mata bulat berbinar-binar memancarkan cahaya cemerlang seolah menatap masa depan yang penuh tantangan.
Hari demi hari beliau tumbuh dalam suasana gembira, dia ingin bergerak bebas, berlari kian kemari, hal yang menarik baginya ia lakukan meskipun dilarang. Karena kebebasan dan kegesitannya bergerak ia mendapat julukan “TRINIL” dari ayahnya. Kemudian setelah kelahiran RA Kartini yaitu pada tahun 1880 lahirlah adiknya RA Roekmini dari garwo padmi. Pada tahun 1881 RMAA Sosroningrat diangkat sebagai Bupati Jepara dan beliau bersama keluarganya pindah ke rumah dinas Kabupaten di Jepara.
Pada tahun yang sama lahir pula adiknya yang diberi nama RA Kardinah sehingga si trinil senang dan genbira dengan kedua adiknya sebagai teman bermain. Lingkungan Pendopo Kabupaten yang luas lagi megah itu semakin memberikan kesempatan bagi kebebasan dan kegesitan setiap langkah RA Kartini.

Sifat serba ingin tahu RA Kartini inilah yang mrnjadikan orang tuanya semakin memperhatikan perkembangan jiwanya. Memang sejak semula RA Kartini paling cerdas dan penuh inisiatif dibandingkan dengan saudara perempuan lainnya. Dengan sifat kepemimpinan RA Kartini yang menyolok, jarang terjadi perselisihan diantara mereka bertiga yang dikenal dengan nama “TIGA SERANGKAI” meskipun dia agak diistimewakan dari yang lain.

Agar puterinya lebih mengenal daerah dan rakyatnya RMAA Sosroningrat sering mengajak ketiga puterinya tourney dengan menaiki kereta.

Ini semua hanya merupakan pendekatan secara terarah agar puterinya kelak akan mencintai rakyat dan bangsanya, sehingga apa yang dilihatnya dapat tertanam dalam ingatan RA Kartini danadik-adiknya serta dapat mempengaruhi pandangan hidupnya setelah dewasa.

Saat mulai menginjak bangku sekolah “EUROPESE LAGERE SCHOOL” terasa bagi RA Kartini sesuatu yang menggembirakan. Karena sifat yang ia miliki dan kepandaiannya yang menonjol RA Kartini cepat disenangi teman-temannya.. Kecerdasan otaknya dengan mudah dapat menyaingi anak-anak Belanda baik pria maupun wanitanya, dalam bahasa Belanda pun RA Kartini dapat diandalkan.

Menjelang kenaikan kelas di saat liburan pertama, NY. OVINK SOER DAN SUAMINYA MENGAJAK ra Kartini beserta adik-adiknya Roekmini dan Kardinah menikmati keindahan pantai bandengan yang letaknya 7 km ke Utara Kota Jepara, yaitu sebuah pantai yang indah dengan hamparan pasir putih yang memukau sebagaimana yang sering digambarkan lewat surat-suratnya kepada temannya Stella di negeri Belanda. RA Kartini dan kedua adiknya mengikuti Ny. Ovink Soer mencari kerang sambil berkejaran menghindari ombak, kepada RA Kartini ditanyakan apa nama pantai tersebut dan dijawab dengan singkat yaitu pantai Bandengan.

Kemudian Ny. Ovink Soer mengatakan bahwa di Holland pun ada sebuah pantai yang hamper sama dengan bandengan namanya “Klein Scheveningen” secara spontan mendengar itu RA Kartini menyela……..kalau begitu kita sebut saja pantai bandengan ini dengan nama Klein Scheveningen”.

Selang beberapa tahun kemudian setelah selesai pendidikan di EUROPASE LEGERE SCHOOL, RA Kartini berkehendak ke sekolah yang lebih tinggi, namun timbul keraguan di hati RA Kartini karena terbentur pada aturan adapt apalagi bagi kaum ningrat bahwa wanita seperti dia harus menjalani pingitan.

Memang sudah saatnya RA Kartini memasuki masa pingitan karena usianya telah mencapai 12 tahun lebih, ini semua demi keprihatinan dan kepatuhan kepada tradisi ia harus berpisah pada dunia luar dan terkurung oleh tembok Kabupaten. Dengan semangat dan keinginannya yang tak kenal putus asa RA Kartini berupaya menambah pengetahuannya tanpa sekolah karena menyadari dengan merenung dan menangis tidaklah akan ada hasilnya, maka satu-satunya jalan untuk menghabiskan waktu adalah dengan tekun membaca apa saja yang di dapat dari kakak dan juga dari ayahnya.

Beliau pernah juga mengajukan lamaran untuk sekolah dengan beasiswa ke negeri Belanda dan ternyata dikabulkan oleh Pemerintah Hindia Belanda, hanya saja dengan berbagai pertimbangan maka besiswa tersebut diserahkan kepada putera lainnya yang namanya kemudian cukup terkenal yaitu H. Agus Salim.

Walaupun RA Kartini tidak berkesempatan melanjutkan sekolahnya, namun himpunan murid-murid pertama Kartini yaitu sekolah pertama gadis-gadis priyayi Bumi Putera telah dibina diserambi Pendopo belakang kabupaten. Hari itu sekolah Kartini memasuki pelajaran apa yang kini dikenal dengan istilah Krida dimana RA Kartini sedang menyelesaikan lukisan dengan cat minyak. Murid-murid sekolahnya mengerjakan pekerjaan tangan masing-masing, ada yang menjahit dan ada yang membuat pola pakaian.

Adapun Bupati RMAA Sosroningrat dan Raden Ayu tengah menerima kedatangan tamu utusan yang membawa surat lamran dari Bupati Rembang Adipati Djojoadiningrat yang sudah dikenal sebagai Bupati yang berpandangan maju dan modern. Tepat tanggal 12 November 1903 RA Kartini melangsungkan pernikannya dengan Bupati Rembang Adipati Djojodiningrat dengan cara sederhana.

Pada saat kandungan RA Kartini berusia 7 bulan, dalam dirinya dirasakan kerinduan yang amat sangat pada ibunya dan Kota Jepara yang sangat berarti dalam kehidupannya. Suaminya telah berusaha menghiburnya dengan musik gamelan dan tembang-tembang yang menjadi kesayangannya, namun semua itu membuat dirinya lesu.

Pada tanggal 13 September 1904 RA Kartini melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Singgih/RM. Soesalit. Tetapi keadaan RA Kartini semakin memburuk meskipun sudah dilakukan perawatan khusus, dan akhirnya pada tanggal 17 September 1904 RA Kartini menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia 25 tahun.

Kini RA Kartini telah tiada, cita-cita dan perjuangannya telah dapat kita nikmati, kemajuan yang telah dicapai kaum wanita Indonesia sekarang ini adalah berkat goresan penanya semasa hidup yang kita kenal dengan buku HABIS GELAP TERBITLAH TERANG (berbagai sumber)


SELAMAT HARI KARTINI 20111


Jumat, 08 April 2011

MAKNA HARI PAHLAWAN

Oleh: Moh Misbahuddin, S.Ag ( Humas MTsN Model Pare )




Bulan ini adalah bulan yang sangat mulia yang harus di renungkan kembali oleh bangsa Indonesia karena Oktober yang lalu bangsa ini memasuki sebuah peristiwa yang memiliki makna yang amat sangat mendalam bagi bangsa ini. Tepatnya pada tanggal 28 Oktober merupakan tonggak bersejarah bagi sebuah perjuangan. Pada tanggal tersebut sekian puluh tahun yang lalu segenap komponen bangsa, para pemuda dan pemudi menyatakan sebuah sumpah suci bersejarah Sumpah Pemuda, menjadi ujung tombak bagi gerakan besar untuk merebut kemerdekaan.
Sumpah Pemuda menjadi sebuah roh yang melandasi berdirinya sebuah negara bernama Indonesia. keberagaman latarbelakang yang mengikatkan diri dalam satu ikatan yang indah dan suci, membentuk sebuah kekuatan yang dahsyat yang sanggup mengaliri segenap jiwa anak bangsa pada masa itu. Bentuk tindak lanjut dari sikap pantang menyerah meraih cita-cita.Oktober ini adalah hari peringatan peristiwa sejarah Indonesia yaitu hari sumpah pemuda yang ke 82. Sejak diucapkan pada tahun 1928, kita sering memaknainya sebagai sumpah untuk mempersatukan NKRI dengan segala keragaman budaya, suku, bahasa, dan kepulauan.segaimana yang tertuang dalam isi tek sumpah pemuda :
PERTAMA, KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.
KEDOEA, KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.
KETIGA, KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA.
Jadi jelas yang dituliskan disini adalah sebuah sumpah yang suci yang diucapkan oleh para pemuda untuk mempersatukan seluruh rakyat indonesia dari sabang sampai merauke. Mempersatukan dalam sebuah tanah air, bangsa dan bahasa, dengan tetap mempertahankan budaya dan adat istiadat masing-masing.
Sekarang banyak pemuda memaknai sumpah pemuda tak lebih sebagai acara wajib mengikuti upacara bendera,bahkan ikut upacarapun ada yang enggan, entah karena malas atau tidak mengerti sejarah bangsa. Banyak pemuda yang seperti kehilangan semangat untuk berjuang demi bangsa Indonesia. Selain itu masa muda yang seharusnya digunakan untuk berkarya malah digunakan untuk hidup berfoya-foya, bermabuk-mabukan dan akhirnya membiasakan diri hidup menganggur. Seandainya mereka bisa menggunakan potensi yang ada di dalam diri mereka maka mereka tidak akan terlarut dalam kehidupan seperti itu.
Semangat dan jiwa Sumpah Pemuda perlu digelorakan kembali dalam jiwa kaum muda sekarang. Masa depan bangsa ini terletak pada etos kerja dan semangat kaum muda jika para pemuda bangsa kita lemah tak menutup kemungkinan Negara kita akan mengalami kehancuran. Dalam sejarah bangsa manapun di dunia , kaum muda tetap menduduki posisi penting pada setiap perubahan tatanan sosial. Ini juga terjadi di Indonesia.

Arah dan perjuangan bangsa terletak pada sikap kritis dari kaum muda. Perbaikan keadaan yang buruk tertumpu pada kaum muda. Akan lebih tragis jika kaum muda terpengaruh dan menuruti jejak keadaan bangsa yang memburuk. Ini tak kita kehendaki. Kaum muda adalah harapan seluruh warga, sama dengan harapan di masa lalu, saat Sumpah Pemuda dikumandangkan. Gelora dan semangat kaum muda juga dituntut di masa sekarang, Semoga Roh Sumpah Pemuda itu tidak pergi dari bumi pertiwi tercinta ini.
Selamat merenungkan makna Sumpah Pemuda, selamat Hari Sumpah Pemuda… bangkitlah segenap pemuda…, maknai bumi pertiwi tercinta…, jangan hancurkan cita-cita pejuang kita…,

Berjuanglah wahai pemuda…!

Kamis, 07 April 2011

Kakwarda Jatim

Drs. H. Saifullah Yusuf Terpilih Menjadi Kakwarda Jatim


30 Desember 2010
Kakwarda Jatim

Kakwarda Jatim

Musyawarah Daerah Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Timur baru saja berlalu. Musda yang berlangsung dari tanggal 27 sampai dengan 29 Desember 2010 tersebut telah memilih Drs. H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Ketua Kwarda Jatim. Berikut adalah liputan tentang peristiwa penting tersebut yang dikutip dari situs seruu.com Surabaya.

Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akhirnya terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur menggantikan posisi Drs. Soenarjo, MSi. Pemilihan itu, merupakan hasil dari Musyawarah Daerah Kwarda Gerakan Pramuka Jatim yang dilaksanakan di Asrama Haji Sukolilo, Rabu (29/12/2010).

Kak Ipul (Gus Ipul) dalam acara Musda Gerakan Pramuka Kwarda Jatim (sumber: seruu.com) menuturkan secara pribadi saya belum siap dengan jabatan yang baru ini, sebab jabatan yang baru saja diterima ini bebannya sangat berat untuk diemban. Mengapa, saya berkata begitu karena selama lima tahun lamanya Pramuka Jatim dipimpin Kak Soenaryo, predikat Kwarda Gerakan Pramuka Jatim sangat baik dan bagus, yaitu sebagai Kwarda Terbaik Nasional di Indonesia.

“Itulah, alasannya mengapa saya mengatakan bahwa jabatan ini bebannya sangat berat. Apakah saya mampu membawa dan membimbing Pramuka Jawa Timur 5 tahun ke depan kearah yang lebih baik di segala bidang. Tetapi, karena desakan dan dorongan dari bapak Gubernur serta kakak – kakak Pembina, maka saya siap membantu dan bersama-sama membangun Jatim lewat Pramuka agar Jatim menjadi lebih baik, maka, saya siap dan bersedia,” tegasnya.

Walaupun secara resmi jabatan tersebut memang belum saya terima, karena memang belum ada pelantikan dan belum dilakukan serah terima jabatan dari pejabat lama ke pejabat baru. Tetapi , saya “Saifullah Yusuf“ siap dan bersedia mengemban tugas sebagai Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur. Semoga Allah selalu memberikan kekuatan dan berkah untuk membawa Pramuka melangkah kearah yang lebih baik dan maju.

Selanjutnya Gus Ipul mengatakan, lima tahun ke depan merupakan kebangkitan Pramuka Jatim. Untuk itu, kita sebagai orang yang dipercaya di Pramuka harus terus berpikir dan mencari model-model serta inovasi baru, kemasannyapun harus baru. Karena situasinya sudah berbeda dan tidak sama sehingga spirit kepramukaannya atau gagasannya harus mengena dengan pola pikir anak sekarang/Pramuka sekarang.

Ia menambahkan, bagaimana caranya agar Pramuka yang posisinya ada ditengah-tengah antara keluarga dan sekolahan ini bisa bermanfaat dan berbuat sesuatu yang sesuai dengan pola pikir mereka atau frekuensi mereka.

Karena bila tidak sesuai dengan pola pikir mereka, maka tidak ada gunanya seandainya kita memberikan masukan atau dorongan bagi anak-anak kita sebagai penerus bangsa. Saat ini merupakan tahun emas bagi Pramuka, karena usianya sudah genap 50 tahun. Untuk itu, saya yakin di usia yang ke 50 tahun ini pasti Pramuka sudah bisa berfikir matang dan lebih dewasa dalam membuat perencanaan program kerja lima tahun kedepan. Pramuka Jatim ke depan pasti akan lebih bermanfaat dan memberikan sumbangsih lagi bagi masyakat Jawa Timur khususnya dan negara yang kita cintai ini umumnya. [yud]

Kegiatan Internasional

Kegiatan Internasional
International Seminar on Environment Education and Biodiversity


Int'l Seminar 2011

Int'l Seminar Juni 2011

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bekerjasama dengan WOSM/APR akan menyelenggarakan kegiatan “International Seminar on Environment Education and Biodiversity” pada tanggal 4-7 Juni 2011, bertempat di TRW Komplek Pusdiklatnas, Cibubur, Jakarta Timur.

Kegiatan ini akan diikuti oleh peserta utusan kepramukaan/kepanduan se- Asia Pasifik dengan pembicara dari dalam dan luar negeri. Workshop secara umum bertujuan untuk mendukung masing-masing organisasi kepramukaan dalam penyampaian program pendidikan lingkungan dengan berdasarkan pengalaman dan penerapan proyek-proyek keragaman hayati.

Mengingat kegiatan ini sangat penting bagi Gerakan Pramuka, maka kami mengharap kepada Kwartir Daerah untuk mengirimkan 1 (satu) orang peserta dari Kwarda dengan persyaratan sebagai berikut:

1. Dapat berbahasa Inggris aktif.
2. Membawa rekomendasi dari Kwartirnya.
3. Diutamakan Pengurus Kwartir, Andalan, yang menangani kegiatan pengabdian masyarakat/Pramuka Peduli di Kwartir.
4. Kwarnas akan membantu biaya transportasi kelas ekonomi untuk 1 (satu) kali perjalanan.
5. Membayar fee sebesar Rp. 500.000,- (akomodasi, konsumsi dan kit peserta).
6. Pendaftaran paling lambat tanggal 15 April 2011, melalui Kwarnas Gerakan Pramuka. , dengan mengirimkan formulir pendaftaran (terlampir)

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Kak Adyatma HP. 08161177115 atau Kak Septembri Yanti HP. 08129650663

Informasi : Humas Kwarnas Gerakan Pramuka